Bayangkan ini: Rina sedang bersiap untuk meluncurkan kedai kopi spesialisasinya di sebuah sudut yang ramai di Jakarta. Ia mendapatkan biji kopinya langsung dari petani lokal dan telah menghabiskan berbulan-bulan menyempurnakan resep minumannya. Setelah mendesain sendiri interior kafenya, semuanya akhirnya siap untuk pembukaan besar.
Sekarang, pertanyaan krusialnya adalah: bagaimana calon pelanggan akan menemukan kedai kopi barunya?
Temannya, seorang veteran bisnis yang berpengalaman, memberikan nasihat konvensional. “Kamu harus menulis siaran pers, Rina! Kirimkan ke semua surat kabar dan majalah besar. Begitulah caranya selama ini.”
Akan tetapi, keponakan Rina, seorang lulusan perguruan tinggi baru yang mahir media sosial, menyarankan pendekatan yang berbeda. “Tante, siapa yang masih membaca koran? Kita sebaiknya membayar seorang influencer makanan untuk sebuah ulasan. Satu video viral saja bisa menciptakan antrean panjang di tokomu besok!”
Rina merasa bimbang. Siaran pers terdengar resmi dan dapat dipercaya, namun kekuatan media sosial terasa instan dan nyata. Karena anggaran promosinya terbatas, ia harus memilih strateginya dengan bijak. Apakah ia masih memerlukan siaran pers tradisional ketika satu Instagram Story dapat menjangkau ribuan orang secara instan?
Dilema Rina dialami oleh banyak pemilik bisnis dan manajer merek di seluruh Asia. Dengan menjamurnya platform seperti Instagram, TikTok, dan X (sebelumnya Twitter), metode untuk berbagi informasi telah bergeser secara fundamental, menjadi lebih instan, visual, dan interaktif. Jadi, di manakah posisi siaran pers formal dalam lanskap baru ini? Apakah ia telah menjadi peninggalan usang, atau justru memiliki tujuan baru yang vital?
Jawabannya, ternyata, bukanlah “ya” atau “tidak” yang sederhana, karena siaran pers tidak usang; ia hanya berevolusi.
Siaran Pers: Bukan Sekadar Pengumuman, Tapi Fondasi Kredibilitas
Tujuan utama siaran pers sebagian besar tetap konsisten selama bertahun-tahun: untuk secara resmi menyampaikan berita penting kepada media. Ini berfungsi sebagai pernyataan resmi perusahaan, yang mewakili sisi cerita mereka. Bagi jurnalis, siaran pers adalah dokumen sumber utama untuk segala hal mulai dari peluncuran produk baru dan kemitraan besar hingga pernyataan resmi perusahaan.
Di sinilah letak kekuatan utamanya—kekuatan yang tidak dapat digantikan oleh postingan media sosial: kredibilitas.
Ketika sumber berita besar seperti The Straits Times, Kompas, atau The Star menerbitkan berita berdasarkan siaran pers Anda, hal itu memberikan otoritas yang signifikan pada pengumuman Anda. Masyarakat umum biasanya menganggap informasi dari jurnalis profesional lebih dapat dipercaya daripada postingan bersponsor dari seorang influencer. Karena media berita berfungsi sebagai penjaga gerbang informasi, mendapatkan liputan mereka memberikan stempel persetujuan yang berharga bagi bisnis Anda.
Bayangkan sebuah startup teknologi di Singapura yang baru saja mendapatkan putaran pendanaan pertamanya. Alih-alih hanya memposting di LinkedIn, perusahaan tersebut mendistribusikan siaran pers yang dibuat dengan baik kepada wartawan bisnis. Akibatnya, beberapa situs berita teknologi besar di Asia Tenggara meliput kisah mereka. Liputan media ini tidak hanya menarik investor tambahan tetapi juga membantu dalam merekrut talenta terbaik. Kredibilitas yang mereka peroleh pada akhirnya lebih berharga daripada “suka” yang mungkin mereka terima di media sosial.
Media Sosial Tiba: Sebuah Percakapan, Bukan Monolog
Jadi, apa peran media sosial dalam persamaan ini? Jika siaran pers adalah pengumuman formal dari atas panggung, media sosial adalah percakapan yang menarik di dalam sebuah komunitas. Ini lebih pribadi dan langsung, dan memungkinkan interaksi dua arah dengan audiens.
Keuntungan utama media sosial adalah jangkauannya yang luas dan kemampuan untuk berinteraksi langsung dengan audiens. Merek dapat menerima umpan balik secara real-time, memantau reaksi pelanggan, dan menumbuhkan komunitas di sekitar identitas mereka. Alih-alih menunggu seorang reporter menganggap berita Anda layak diberitakan, Anda dapat berkomunikasi langsung dengan pengikut Anda.
Namun, media sosial menghadirkan tantangannya sendiri, karena sulit untuk menarik perhatian di lingkungan yang jenuh. Selain itu, informasi di platform ini sering dianggap kurang formal dan terkadang dapat berkontribusi pada penyebaran misinformasi.
Bukan “Lawan,” Tapi “Dan”: Kekuatan Menggunakan Keduanya
Pakar komunikasi modern setuju bahwa perdebatan “siaran pers vs. media sosial” sudah usang. Pertanyaan yang lebih relevan adalah, “Bagaimana siaran pers dan media sosial dapat diintegrasikan untuk dampak maksimal?” Alat-alat ini bukan lagi pesaing; sebaliknya, mereka adalah mitra komplementer dalam strategi komunikasi yang komprehensif.
Faktanya, siaran pers yang dipersiapkan dengan baik dapat berfungsi sebagai sumber konten utama untuk seluruh kampanye media sosial. Siaran pers bertindak sebagai narasi inti, yang kemudian diadaptasi ke dalam berbagai format menarik untuk platform media sosial yang berbeda.
Begini cara kerja pendekatan terintegrasi ini:
- Mulai Peluncuran Besar dengan Siaran Pers: Untuk pengumuman besar, seperti pembukaan kedai kopi Rina, siaran pers tetap menjadi langkah pertama yang penting. Ini memastikan bahwa jurnalis, blogger, dan media industri menerima informasi yang akurat, termasuk detail tentang biji kopi, tanggal pembukaan resmi, dan kutipan langsung dari Rina tentang visinya.
- Pecah Konten untuk Media Sosial: Dari satu siaran pers, tim Rina dapat membuat puluhan postingan media sosial.
- Instagram: Foto-foto proses pembuatan kopi yang menarik secara visual, video di balik layar persiapan kafe, dan grafis menarik yang menampilkan kutipan kunci dari siaran pers.
- TikTok/Reels: Video pendek dinamis yang mendokumentasikan transformasi kafe, atau klip yang memuaskan secara visual dari seorang barista ahli yang membuat seni latte.
- X/Twitter: Utas menarik yang merinci perjalanan wirausaha Rina, diakhiri dengan tautan ke siaran pers resmi untuk informasi komprehensif.
- Facebook/LinkedIn: Pengumuman yang lebih formal yang disesuaikan untuk komunitas lokal dan profesional bisnis, yang dapat mencakup promosi pembukaan besar khusus.
- Kekuatan Tersembunyi dari SEO (Search Engine Optimization) Manfaat signifikan dari siaran pers di era digital yang sering diabaikan adalah dampaknya terhadap SEO. Ketika siaran pers Anda disindikasikan secara online oleh media berita, itu menghasilkan backlink berkualitas tinggi ke situs web Anda. Tautan ini berfungsi sebagai dukungan dari situs tepercaya, memberi sinyal kepada Google bahwa situs web Anda berwibawa dan relevan. Akibatnya, semakin banyak situs berita kredibel yang menautkan ke situs web kedai kopi Rina, semakin tinggi peringkatnya di hasil pencarian untuk istilah seperti “kedai kopi baru di KL.” Ini memberikan keuntungan strategis jangka panjang yang tidak dapat dicapai dari postingan media sosial yang hanya mencapai viralitas sementara.
Evolusi Siaran Pers: Dari Teks Kaku Menjadi Kisah Multimedia
Siaran pers saat ini sangat berbeda dari dokumen teks statis di masa lalu. Padanan modernnya, yang sering disebut Social Media Release (SMR), adalah format yang dirancang agar sangat mudah dibagikan dan menarik secara visual. SMR sering kali menyertakan berbagai elemen multimedia seperti:
- Gambar beresolusi tinggi
- Video produk atau wawancara
- Infografis dengan data menarik
- Tautan langsung ke akun media sosial perusahaan
Format modern ini berhasil menggabungkan kebutuhan jurnalis akan akurasi faktual dengan preferensi audiens online terhadap konten visual dan emosional yang menarik.
Jadi, Apa Jawabannya untuk Rina?
Mari kita kembali ke dilema Rina. Setelah pertimbangan yang cermat, ia memutuskan untuk tidak memilih salah satu pendekatan dan sebaliknya menerapkan strategi hibrida yang memanfaatkan kedua metode tersebut.
Ia menyewa seorang pekerja lepas untuk menulis siaran pers yang profesional dan menarik yang menceritakan kisah hasratnya terhadap kopi yang bersumber secara lokal. Rilis ini kemudian didistribusikan ke jurnalis gaya hidup utama dan situs web berita makanan dan minuman (F&B).
Secara bersamaan, ia berkolaborasi dengan keponakannya untuk mengembangkan rencana media sosial. Ia mengundang beberapa micro-influencer, pilihan yang lebih hemat biaya, ke acara pembukaan. Mereka menggunakan kembali konten dari siaran pers—seperti fakta unik tentang biji kopinya—menjadi grafis yang menarik untuk Instagram.
Hasilnya sangat mengesankan. Beberapa blog makanan menerbitkan ulasan terperinci setelah menerima siaran pers, yang memberikan stempel kredibilitas pada kafe barunya. Sementara itu, postingan influencer menghasilkan kehebohan instan di media sosial, memicu rasa ingin tahu publik dan mendorong lalu lintas pelanggan yang signifikan selama minggu pertama.
Pengalaman Rina menunjukkan bahwa siaran pers tetap sangat relevan. Meskipun mungkin tidak lagi menjadi protagonis tunggal dalam kampanye publisitas, perannya telah berevolusi menjadi sutradara di balik layar. Ia menetapkan narasi resmi, memastikan akurasi faktual, dan membangun fondasi kepercayaan yang kokoh. Dalam model baru ini, media sosial dan influencer berfungsi sebagai aktor utama yang menyampaikan cerita itu kepada audiens dengan cara yang menarik dan mudah dipahami.
Jadi, apakah siaran pers masih diperlukan? Jawabannya adalah ya, tanpa keraguan. Namun, tujuannya bukan lagi menjadi kata terakhir, melainkan kata pertama. Siaran pers modern harus digunakan sebagai landasan peluncuran strategis untuk menghasilkan gelombang percakapan yang jauh lebih luas di lautan luas media sosial.
Sumber
SEOptimer. (2024, May 2). 7 Cara Ampuh untuk Mengoptimalkan Siaran Pers untuk SEO. Mi Gazette. (2025, October 1). Siaran Pers atau Postingan Media Sosial: Mana yang Tepat untuk Pengumuman Anda? CRSToday. (n.d.). Media Sosial: Sebuah Percakapan, Bukan Siaran Pers. IMCWire. (2025, November 3). Apa Siaran Pers Bisa Kanggo SEO? Keuntungan Siaran Pers SEO. Corporate Eye. (2013, January 25). Rilis Media Sosial vs Siaran Pers. Press Connect. (2025, March 3). Mengapa Siaran Pers Media Sosial Mengungguli Siaran Pers Tradisional. Walker Sands. (2011, July 14). Apa Perbedaan Antara Rilis Berita Media Sosial dan Siaran Pers Biasa? ANTARA News. (2024, July 30). Pentingnya siaran pers di media massa untuk jalankan bisnis. Teknokra.com. (2024, June 7). Memanfaatkan Press Release sebagai Media Promosi yang Efektif. Content Collision. (2023, July 12). Mengenal Press Release: Arti, Isi, dan Manfaatnya. Kompasiana.com. (2024, December 19). Tantangan Media Pers di Tengah Maraknya Platform Media Sosial. Optimaise. (2024, October 31). 7 Contoh Press Release Berdasarkan Jenisnya Ini Penting untuk Diketahui. Fbhis Umsida. (2024, December 11). Mengenal Perbedaan Press Release dan Berita: Panduan dalam Penyampaian Informasi di Media.

